
Yayasan Turkistan Timur Meluncurkan Kampanye Internasional Besar untuk Menyoroti Situasi Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia Saat Ini di Wilayah Tersebut
Yayasan Turkistan Timur meluncurkan kampanye global komprehensif pada awal tahun 2026 untuk mengungkap pelanggaran berat terhadap Muslim Uighur dan memperkuat solidaritas Islam dan internasional dengan perjuangan mereka yang adil.
Referensi Artikel
Yayasan Turkistan Timur meluncurkan kampanye global komprehensif pada awal tahun 2026 untuk mengungkap pelanggaran berat terhadap Muslim Uighur dan memperkuat solidaritas Islam dan internasional dengan perjuangan mereka yang adil.
- Yayasan Turkistan Timur meluncurkan kampanye global komprehensif pada awal tahun 2026 untuk mengungkap pelanggaran berat terhadap Muslim Uighur dan memperkuat solidaritas Islam dan internasional dengan perjuangan mereka yang adil.
- Kategori
- Warisan Perlawanan
- Penulis
- spam mie (@spammie)
- Diterbitkan
- 25 Februari 2026 pukul 22.36
- Diperbarui
- 5 Mei 2026 pukul 05.20
- Akses
- Artikel publik
Seruan dari Jantung Umat: Dimensi Kampanye Internasional Besar
Dalam langkah strategis yang bertujuan untuk memecah kebisuan internasional, **Yayasan Turkistan Timur** (Asosiasi Pengetahuan dan Solidaritas Turkistan Timur), bekerja sama dengan **Uni Organisasi Turkistan Timur Dunia**, mengumumkan peluncuran kampanye internasional besar pada awal tahun 2026 dengan tema "Suara Turkistan: Seruan Keadilan dan Kebebasan". Kampanye ini muncul di saat wilayah tersebut mengalami eskalasi serius dalam kebijakan penindasan sistematis yang dilakukan oleh otoritas Tiongkok, yang digambarkan oleh laporan hak asasi manusia yang dirilis pada Januari 2026 sebagai "kejahatan negara" yang direncanakan di tingkat kepemimpinan tertinggi [Turkistan Times](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQGrHB2i0wcwDY_ap5Qv_PA6U5AMILLHqYXlU0i-CqY1jW7C3opgYJ36RkETeQCqgQbtLCAj_S2M_MLga4Zoo5Yy7bKX9k2YK-e_7mC6MjrzCb7YTGuPbANtUpyOyMhwFbazj8lZ2ApQcQ==).
Kampanye ini bertujuan untuk mengaktifkan jalur diplomatik, hukum, dan media secara bersamaan, dengan fokus khusus pada negara-negara dunia Islam dan organisasi internasional seperti PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Melalui langkah-langkah ini, yayasan berupaya menempatkan isu Turkistan Timur di urutan teratas agenda global, bukan hanya sebagai berkas hak asasi manusia, tetapi sebagai masalah kemanusiaan dan eksistensial yang menyangkut seluruh umat Islam [IUETO](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQHEMCu-sShVPYyAdSHSt3IIqDZG0zxHeuT6pxcFp1I-Lx-HWyFlF1UmaCAlC6175EDUButqIh8buXxTuuoZehKy913CaBy--sv8KSL98m7ar9sE9Ob1TzWnq6NOyPLgxdU=).
Realitas Kemanusiaan pada 2026: Pemusnahan Senyap dan Pembersihan Etnis
Laporan lapangan dan kesaksian langsung yang dikumpulkan oleh yayasan menegaskan bahwa situasi di Turkistan Timur telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam laporan yang dirilis pada 21 Januari 2026, terungkap kelanjutan kebijakan "tanpa ampun" yang disetujui oleh pejabat tinggi Tiongkok, yang mengarah pada pelembagaan kamp penahanan dengan kedok "rehabilitasi" [Turkistan Times](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQGrHB2i0wcwDY_ap5Qv_PA6U5AMILLHqYXlU0i-CqY1jW7C3opgYJ36RkETeQCqgQbtLCAj_S2M_MLga4Zoo5Yy7bKX9k2YK-e_7mC6MjrzCb7YTGuPbANtUpyOyMhwFbazj8lZ2ApQcQ==).
Data menunjukkan bahwa jutaan Muslim Uighur dan etnis Turki lainnya masih tunduk pada program "transfer tenaga kerja paksa", di mana lebih dari 3,34 juta orang dipindahkan pada tahun 2024 saja untuk bekerja di pabrik-pabrik yang jauh dari tempat tinggal mereka di bawah ancaman penahanan [World Uyghur Congress](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQHSO3_3VDMHTSQIhQnEtpExloKMVnrF-yJhWboYsjZqSqj9TN08NMyzp1MiLR-mKtWnbx_W5Xa2EeDXBEE4iLnwDusen_Bmx2CudyjZxYxaNB6urcbC6M59VER_OS4aLB3eL9-egb8mTp5Be0A3cFvbycgBWVyG_UAOstc=). Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk eksploitasi ekonomi, tetapi merupakan pilar utama dalam proyek "Sinifikasi" yang berupaya mencabut akar budaya dan agama masyarakat Turkistan, serta memisahkan anak-anak dari keluarga mereka untuk dibesarkan di lingkungan yang jauh dari identitas Islam mereka [Justice For All](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQGVok2H8AgBBZMX7nalsP8pgHx1kPGL898JMU8unafY6Sh9lX3wmQNOhSNDy8uHEhyJ4cfQl1GOPTwm6lX83eG1BVvU0KdLFfFqVuy_IYtEXiVyvTQhwr7K0x2PNbP6eVRBetbCwhjfysQiEN7-AGnSH16MLZj9u5uxZsCEi93E6ZgfPsUJFxF3CmUuLuxazWrQOwhIJhMvt46WUOqEOvTM_cEr5eNmHt4M5qlB9Ztif7NiVqh1bOyvdYrIK4MFX_WCpjmd0RZ-U8VuvYgG66wwqFmFtKNjI6MdVg==).
Perang terhadap Identitas Islam: Penghapusan Jejak dan Kriminalisasi Ritual
Dari perspektif umat Islam, kebijakan Tiongkok di Turkistan Timur merupakan perang terbuka terhadap akidah. Yayasan telah mendokumentasikan penghancuran masjid atau pengalihfungsiannya menjadi fasilitas wisata dan komersial, serta pelarangan simbol-simbol Islam seperti jilbab, janggut, dan puasa [IHH](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQHEfXCwycbu7c7vx2qLKd-qaQN2AxsD83Oh1kTTdoR7oyZsNtLxH3kKzkRofwSWiSMl5pvtB7egDODfoCAM94zMIgpFYP8AwakYmSuFIPbmGM6jM-0eorJLIonBMhsv4Bf0cULV-j4=). Yayasan menganggap apa yang terjadi sebagai "genosida budaya" yang bertujuan untuk menghapus Islam dari kesadaran populer di wilayah yang secara historis merupakan mercusuar ilmu pengetahuan dan peradaban Islam [Wasl News](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQHptM1FWcyidKdInWj8DjdFUhgj1Ln-hy3MtLn8kyxwaGPBImDz5tDcBfJCXGLmXITbof9g6kidn5RFtL10W2llUBb_isiNWkTAYuyLPk_QGLjQYM1g60NobEJGos3xxA4x030avXkcmIJ5IuH1um6Oz-ASA1FKx90WEqZRLP1PR0AXhyDo5DC6CBmx6vkxNMPXZDWUCjy5oQRoFRIsDVMvRPQl4eRCWOHJZkUoI9MgCOEjLM1gtZN65e7p4Y4UtbC5oQIN9sQx1dRDLbC2PojU-9VGxTV7a_PPw_egObbTfDWutKOAPeVb4BRsCxaQ4TlHu52AgG7sdJ4GTy3mIaGOXc30qozH_Dm4Z7KUO8NhaBqq27Q=).
Dalam konteks ini, Hidayetullah Oguzkhan, ketua yayasan, menyatakan bahwa kampanye baru ini akan fokus pada pembongkaran upaya Tiongkok untuk menyesatkan tokoh agama dan delegasi Islam melalui kunjungan pameran terorganisir yang bertujuan untuk menunjukkan citra palsu tentang kebebasan beragama di wilayah tersebut [IUETO](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQHE4A2G__-9fkr8Ct2OzCLJ-e1ehEbvCUnW49_uC-Jcy3CgLO9NvKthvy-tVYoQO5bVXNoYxfrGNlvjOD4TjMRCn4rZ_AQaLmk7p76h3BGC0Q==). Yayasan menyerukan kepada para ulama dan institusi umat untuk waspada terhadap propaganda menyesatkan ini dan berdiri bersama saudara-saudara mereka yang tertindas.
Langkah Hukum dan Diplomatik: Mengejar Pelaku Secara Internasional
Kampanye ini tidak hanya terbatas pada aspek kesadaran, tetapi juga mencakup jalur hukum yang tegas. Pada Februari 2026, aktivis Turkistan menyambut baik keputusan pakar PBB yang membunyikan alarm tentang kerja paksa, dengan menilai bahwa praktik ini dapat dikategorikan sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan" [Justice For All](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQGVok2H8AgBBZMX7nalsP8pgHx1kPGL898JMU8unafY6Sh9lX3wmQNOhSNDy8uHEhyJ4cfQl1GOPTwm6lX83eG1BVvU0KdLFfFqVuy_IYtEXiVyvTQhwr7K0x2PNbP6eVRBetbCwhjfysQiEN7-AGnSH16MLZj9u5uxZsCEi93E6ZgfPsUJFxF3CmUuLuxazWrQOwhIJhMvt46WUOqEOvTM_cEr5eNmHt4M5qlB9Ztif7NiVqh1bOyvdYrIK4MFX_WCpjmd0RZ-U8VuvYgG66wwqFmFtKNjI6MdVg==). Yayasan saat ini sedang berupaya mendukung tuntutan hukum yang diajukan di negara-negara seperti Spanyol dan Prancis terhadap perusahaan Tiongkok yang terlibat dalam penindasan, serta menuntut pemerintah untuk memberlakukan pembatasan ketat pada impor barang yang terkait dengan kerja paksa [World Uyghur Congress](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQHSO3_3VDMHTSQIhQnEtpExloKMVnrF-yJhWboYsjZqSqj9TN08NMyzp1MiLR-mKtWnbx_W5Xa2EeDXBEE4iLnwDusen_Bmx2CudyjZxYxaNB6urcbC6M59VER_OS4aLB3eL9-egb8mTp5Be0A3cFvbycgBWVyG_UAOstc=).
Yayasan juga mengutuk keras insiden deportasi pengungsi Uighur baru-baru ini, seperti deportasi 40 Muslim Uighur oleh Thailand ke Tiongkok pada Februari 2025, memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan membahayakan nyawa orang yang tidak bersalah terhadap risiko penyiksaan dan pembunuhan [Al Jazeera](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQH_h25_tnpDv9DTSbN1gkHyO1ei7nyjnsDcj9hP8b7gMw5AfFepsUu-M21WF3DfbFPVenXK1Ut9QpNuoSCLLFOx6hpo6xny5QI2WAp2J3Wglu_sZwAMK_jSp8ylLsfdKb1nY1spsllyZ31uosVgcnHmCYdQXa8ozKNo3SL9z9rOSC7alxaPh0yMK6Kudkd9TixUZaEUaklP82DNoH_StfYNML78UgPi9kcZxlK4iI2qY2rRGuTN_JjqH4TzouQlBI3DqUT2Jht2_ghWK6-t4nqkkHjTja65758gB9hxbCTvGSz4jeCI8LpUudwQIIhnzn8grv2m1SUO6x8WH14s02xICpIcUgBJZ5TFB8LheDFEsawoj7B4mcIaHUfP2FxEiNWgjqvimniEZB8BUmZR).
Peran Yayasan Turkistan Timur: Mercusuar Pendidikan dan Bantuan
**Yayasan Turkistan Timur**, yang berbasis di Istanbul sejak didirikan pada tahun 2006, merupakan landasan dalam menjaga identitas Turkistan di diaspora. Kegiatannya bervariasi antara pendidikan syariah, dukungan bagi anak yatim dan janda, serta pelatihan pemuda dalam keterampilan teknis dan media untuk melayani perjuangan mereka [IDSB](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQEalIhbUH5rTHBCXVKbxCfZZP98t0e7nqzctEge0PpWx5UN8XLjgvQn0knFwa36hPlz6UKnggJ_sF0nUrdr60zoluEqNbZHTOvcKrj7lE4e9-i51-vuKIB5bzef43tq22HK8evKcjCSkznqNetU1KfjJ4ueWxRNqUuCtv7JB8XV-sJ3xMAfzWR-XX4SiQva).
Program yayasan untuk tahun 2026 meliputi: 1. **Pengembangan Saluran Istiqlal TV:** untuk meningkatkan kesadaran media dan menyampaikan fakta dari dalam wilayah pendudukan [UDTSB](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQGU_A6wtot0GrVuSmYXQOPpo3SoSeUfxiBJOArTI6ASKGYKZlKL82dqi3vkKFzD-Vx6rSzoAkPxGeTdfoKNMzC3XIu7E_psUJGU9UKhg8bRcV6mUXxGzzT4QMnFvVkddhm0xDBgV4swmP10cC8c0Q7ck8SCBAL7uWUl84K7X7mObR5eUy4QCT7THJizeeEeaFHM0L2PhH1SJpturAa0FP4HYej9K0_N2T28JTtDC9GuBrrsDnKkY2yNRrzkuPz1Wg==). 2. **Proyek Pemberdayaan Perempuan dan Anak:** melalui pusat pendidikan khusus yang bertujuan melindungi generasi baru dari peleburan budaya [East Turkistan Association](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQHRxzkvKdk_aHKPbe2UiKNCnywfYpeqRp4R73v9M2mhRujOMGejScJHNz4olqJMYBG9WYJN-Un3au_Wnh9vZ6ngVkw5vP-mpozJjJ5YjuYe4xE3Ce_ShKC--2PK1eGyFkWzi_0nS4TKrPAFhaw=). 3. **Penelitian dan Dokumentasi:** menerbitkan laporan berkala dalam bahasa Arab, Turki, dan Inggris untuk mengungkap pelanggaran di hadapan opini publik dunia [IDSB](https://vertexaisearch.cloud.google.com/grounding-api-redirect/AUZIYQEalIhbUH5rTHBCXVKbxCfZZP98t0e7nqzctEge0PpWx5UN8XLjgvQn0knFwa36hPlz6UKnggJ_sF0nUrdr60zoluEqNbZHTOvcKrj7lE4e9-i51-vuKIB5bzef43tq22HK8evKcjCSkznqNetU1KfjJ4ueWxRNqUuCtv7JB8XV-sJ3xMAfzWR-XX4SiQva).
Kesimpulan: Seruan kepada Hati Nurani Umat
Isu Turkistan Timur bukan sekadar sengketa perbatasan atau berkas hak asasi manusia yang lewat, melainkan ujian nyata bagi sejauh mana solidaritas umat Islam terhadap anggotanya yang menderita. Kampanye internasional yang diluncurkan oleh yayasan adalah jeritan minta tolong dan seruan untuk bertindak serius. Sebagaimana ditegaskan oleh yayasan dalam pernyataan penutupnya, "Diam terhadap ketidakadilan adalah bentuk partisipasi di dalamnya", dan kewajiban syariah serta moral menuntut setiap Muslim dan pendukung keadilan untuk menjadi suara bagi mereka yang tidak bersuara di Turkistan Timur, sampai rakyat ini mendapatkan kebebasan dan martabat mereka yang dirampas.
Komentar
comments.comments (0)
Please login first
Sign in