Video Khorasan: Ancaman Propaganda Digital terhadap Umat dan Permainan Politik

Video Khorasan: Ancaman Propaganda Digital terhadap Umat dan Permainan Politik

Kennedy Sainte@kennedysainte
1
0

Artikel ini menganalisis dampak video propaganda digital di wilayah Khorasan terhadap umat Islam, khususnya komunitas Uyghur, distorsi ideologis, dan perkembangan politik terkini.

Referensi Artikel

Artikel ini menganalisis dampak video propaganda digital di wilayah Khorasan terhadap umat Islam, khususnya komunitas Uyghur, distorsi ideologis, dan perkembangan politik terkini.

  • Artikel ini menganalisis dampak video propaganda digital di wilayah Khorasan terhadap umat Islam, khususnya komunitas Uyghur, distorsi ideologis, dan perkembangan politik terkini.
Kategori
Arsip Media Kebebasan
Penulis
Kennedy Sainte (@kennedysainte)
Diterbitkan
24 Februari 2026 pukul 23.08
Diperbarui
1 Mei 2026 pukul 13.28
Akses
Artikel publik

Pendahuluan: Medan Perang Digital Khorasan

Hari ini, nama "Khorasan" bukan sekadar wilayah geografis, melainkan telah menjadi medan konflik ideologis yang paling sengit di dunia digital. Materi propaganda yang dikenal sebagai "Video Khorasan" menarik perhatian seluruh umat Islam, termasuk Muslim di Asia Tengah dan Uyghur, karena kualitas produksinya yang tinggi, penyebaran dalam berbagai bahasa, dan target politik yang tajam. Memasuki awal tahun 2026, video-video ini bukan lagi sekadar seruan keagamaan, melainkan telah bertransformasi menjadi alat permainan politik regional, konflik antarnegara, dan pemicu perpecahan di dalam tubuh umat [Source](https://www.orfonline.org/research/digital-battleground-iskp-vs-taliban).

Al-Azaim dan Mesin Propaganda Multibahasa

Kekuatan utama di balik video-video Khorasan adalah Yayasan Al-Azaim, yang dalam waktu singkat telah membangun jaringan propaganda digital tercanggih di dunia. Pusat media ini secara konsisten merilis video tidak hanya dalam bahasa Pashto atau Dari, tetapi juga dalam bahasa Arab, Inggris, Persia, Uzbek, Tajik, Turki, Hindi, Rusia, dan yang paling krusial, bahasa Uyghur [Source](https://gnet-research.org/2024/06/27/iskps-latest-campaign-expanded-propaganda-and-external-operations/).

Ciri khas dari video-video ini adalah penggunaan teknologi modern, seperti kamera GoPro, yang menyajikan visual medan perang layaknya permainan "Call of Duty". Metode ini bertujuan utama untuk memikat kaum muda yang menghadapi krisis identitas serta kesulitan politik dan ekonomi [Source](https://www.orfonline.org/research/digital-battleground-iskp-vs-taliban). Dari sudut pandang umat Islam, video semacam ini menyalahgunakan nilai-nilai agama demi ambisi politik dan mengarahkan rasa keadilan di hati pemuda ke arah yang berbahaya.

Isu Uyghur: Ketulusan atau Alat Politik?

Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada tahun 2025 dan awal 2026, isu Uyghur telah menjadi tema khusus dalam video-video Khorasan. Propaganda tersebut mengkritik keras hubungan diplomatik pemerintah Taliban dengan Tiongkok, kerja sama ekonomi, dan antusiasme terhadap proyek "Belt and Road" [Source](https://www.militantwire.com/p/is-seeks-to-exploit-geopolitical-fracture). Video-video tersebut menuduh Taliban "menukar Muslim Uyghur dengan investasi Tiongkok" dan menyerukan pemuda Uyghur untuk bergabung dengan mereka [Source](https://www.atlanticcouncil.org/blogs/southasiasource/isis-has-its-sights-set-on-a-new-potential-ally-uyghur-jihadi-groups/).

Namun, ada poin penting di sini: apakah video-video ini benar-benar mengupayakan kebebasan bagi rakyat Uyghur, ataukah hanya menggunakan mereka sebagai alat dalam konflik politik internasional? Berdasarkan nilai-nilai Islam, melawan kezaliman adalah kewajiban, namun perjuangan tersebut harus selaras dengan kemaslahatan umum umat, prinsip-prinsip syariat, dan perlindungan nyawa orang yang tidak bersalah. Radikalisme yang dipromosikan dalam video Khorasan justru dapat merusak citra internasional rakyat Uyghur dan mendorong mereka ke dalam bahaya yang lebih besar [Source](https://www.atlanticcouncil.org/blogs/southasiasource/isis-has-its-sights-set-on-a-new-potential-ally-uyghur-jihadi-groups/).

Label "Khawarij" dan Konflik dengan Taliban

Pemerintah Taliban di Afghanistan menyebut kelompok yang menyebarkan video Khorasan (ISKP) sebagai "Khawarij" (golongan yang keluar dari agama) dan melakukan perang pemikiran yang sengit melawan mereka. Lembaga media Taliban, "Al-Mirsaad", membantah klaim-klaim dalam video Khorasan dan menuduh kelompok tersebut sebagai "fitnah" yang digunakan oleh kekuatan luar untuk merusak stabilitas kawasan [Source](https://www.eurasiareview.com/19022026-terrorism-requires-actions-not-blames-oped/).

Pertempuran ideologis ini telah menciptakan perpecahan besar di antara umat Islam. Di satu sisi, Taliban membenarkan upaya mereka untuk membangun negara dan mendapatkan pengakuan regional, sementara di sisi lain, video Khorasan menuduh Taliban telah "meninggalkan prinsip-prinsip Islam" [Source](https://www.thekhorasandiary.com/2025/04/13/iskps-al-azaim-media-published-a-new-video-featuring-afghan-taliban/). Konflik internal semacam ini hanya menguntungkan musuh, karena menghabiskan energi umat Islam dalam pertikaian sesama.

Perkembangan Terkini: Serangan Udara Februari 2026

Baru-baru ini, pada 22 Februari 2026, tentara Pakistan melancarkan serangan udara terhadap kamp-kamp kelompok Khorasan (ISKP) dan TTP di provinsi Nangarhar dan Paktika, Afghanistan [Source](https://www.dailytimes.com.pk/2026/02/23/air-strikes-on-terror-camps-taliban-regime-a-clear-present-danger-terrorists-using-human-shield/). Serangan ini dilakukan sebagai respons atas serangkaian serangan bunuh diri di Pakistan selama bulan Ramadan, yang meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut ke titik tertinggi [Source](https://www.eurasiareview.com/24022026-iskp-and-ttp-targeted-pakistans-message-on-terror-safe-havens-oped/).

Aksi militer ini menunjukkan bahwa video Khorasan bukan sekadar propaganda, melainkan pemicu konflik berdarah di dunia nyata. Menurut laporan PBB, setidaknya 13 warga sipil tewas dalam serangan udara tersebut, sebuah situasi yang semakin memperumit hubungan antara Afghanistan dan Pakistan [Source](https://www.tasnimnews.com/en/news/2026/02/24/3044621/at-least-13-civilians-killed-in-pakistani-airstrikes-in-afghanistan-un-says). Dari perspektif Muslim, tindakan semacam ini kembali menyebabkan tumpahnya darah orang-orang yang tidak bersalah di tanah umat.

Kesimpulan: Persatuan Umat dan Kebijaksanaan

Video Khorasan saat ini merupakan alat berbahaya yang mencoba mengendalikan keyakinan dan emosi pemuda Muslim. Kita tidak boleh tertipu oleh visual yang menarik dan slogan-slogan politik yang tajam dalam video-video tersebut. Perjuangan Islam yang sejati hanya dapat dicapai melalui ilmu, kebijaksanaan, persatuan umat, dan prinsip keadilan syariat.

Bahaya terbesar bagi Muslim Uyghur dan seluruh umat adalah radikalisme internal dan perpecahan yang menyertai penindasan eksternal. Kita tidak boleh membiarkan agama kita menjadi alat permainan politik, dan kita harus membekali pemuda kita dengan pendidikan agama yang benar serta kesadaran politik yang sehat. Perang digital dan fisik di wilayah Khorasan ini mengingatkan kita bahwa masa depan umat hanya dapat diselamatkan melalui persatuan, pencarian ilmu, dan akhlak Islam yang murni.

Komentar

comments.comments (0)

Please login first

Sign in