
Memahami Dhow: Beragam Jenis Kapal Samudra Hindia
Penjelasan mengapa istilah dhow merujuk pada banyak jenis kapal dengan konstruksi jahit dan layar tanjung di berbagai wilayah.
Dhow adalah istilah payung untuk berbagai kapal layar di Samudra Hindia, bukan satu desain lambung yang baku. Nama lokal seperti baghla atau boom menunjukkan variasi bentuk yang berkembang sepanjang waktu dan wilayah berbeda.
Gambar sampul adalah rekonstruksi sejarah orisinal berbantuan AI, bukan foto monumen, bengkel, atau benda tertentu.
Bahan, konstruksi, dan penggunaan
Beberapa kapal menggunakan konstruksi jahit papan dengan serat kelapa, menawarkan fleksibilitas tanpa kuku besi. Layar tanjung memungkinkan manuver efektif terhadap angin miring, namun tidak memungkinkan pelayaran langsung melawan arah angin kencang.
Cara mengenalinya dengan tepat
Klasifikasi kolonial Inggris sering memaksa istilah lokal yang cair ke dalam tabel birokratis yang kaku. Identifikasi kapal harus merujuk pada profil lambung, cara pengaitan papan, dan konteks port serta tanggal sumber secara spesifik.
Sumber
- Qatar Digital Library: Nautical Terminology and Non-European Ships — historical names and classification problems.
- UNESCO: Qal’at al-Bahrain Nomination Documentation — Gulf maritime trade and archaeological context.
- UNESCO Courier: Traditional Indian Ocean Sailing Vessels — construction and maritime heritage overview.





